Alasan Amerika Serikat Akan Tinjau Jeli Kurikulum di Palestina
Berita

Alasan Amerika Serikat Akan Tinjau Jeli Kurikulum di Palestina

Spread the love

Permasalahan yang terjadi antara Palestina dengan Israel tidak hanya disimpan untuk kedua negara itu saja. Namun, ada banyak negara besar lainnya yang berdiri di belakang negara Israel untuk terus meredam kemerdekaan milik rakyat Palestina, salah satunya adalah Amerika Serikat. Selain membatasi hampir semua akses fasilitas hidup sehari-hari rakyat Palestina, rupanya semua unsur kegiatan yang ada di Palestina tengah diawasi ketat oleh pemerintah AS.

Amerika Serikat Akan Meninjau Kembali Kurikulum Pendidikan di Palestina

Mulai dari cara kegiatan sehari-hari, hingga kini yang paling baru adalah rencana Amerika Serikat yang akan meninjau serta menyelidiki semua kurikulum pendidikan yang ada di Palestina. Louis Dodaron seaku Pengawas Keuangan Negara besar Amerika Serikat, mengaku akan menyelidiki dengan jeli semua kurikulum yang ada di Palestina untuk mencium adakah unsur terorisme yang diajarkan pemerintah Palestina kepada murid didikannya.

Amerika Serikat Akan Meninjau Kembali Kurikulum Pendidikan di Palestina

 

Adanya rencana untuk menyelidiki secara detail pemerintah Amerika Serikat terhadap kurikulum di Palestina, tentu menuai decak heran dan penasaran penduduk muslim di negara lainnya. betapa tidak? Palestina yang sudah dijajah sekian tahun ini dan menerima perlakuan yang tidak berperikemanusiaan, masih dicurigai oleh pemerintah Amerika terkait dengan adanya upaya pembujukan sifat terorisme terhadap murid Palestina. Sikap Amerika Serikat ini tentu menuai anggukan setuju bagi negara-negara yang berada sepihak dengan Israel.

Namun, tentu sangat bertolak belakang dengan pendapat negara-negara yang pro palestina dan mendukung penuh kemerdekaan yang murni bagi rakyat Palestina. Adanya penyelidikan ini seolah menunjukkan bahwa Amerika Serikat begitu mencurigai sifat penduduk Palestina hingga berasumsi bahwa kurikulum di Palestina mengandung unsur terorisme. Amerika Serikat menggunakan dalih akan memperkuat usaha terhadap sifat kontra dengan terorisme yang terjadi belakangan ini dengan mengatasnamakan umat muslim.

Akan Sangat Kecil Kemungkinan Terdapat Unsur Terorisme

Namun, sebaiknya pemerintah Amerika Serikat tidak perlu menyelidiki hingga mendetail kurikulum yang diterapkan di Palestina karena sangat kecil sekali kemungkinan bahwa Palestina menambahkan unsur terorisme untuk ilmu yang diserap oleh setiap anak didiknya. Meskipun menggunakan alasan pencegahan dan pemberantasan terorisme, namun sikap AS seolah mempertegas bahwa Palestinalah yang berlaku sebagai dalang dari beberapa kasus terorisme yang terjadi belakangan ini. Keberadaan dan nasib Palestina kini semakin tergadaikan dengan banyaknya tekanan dari negara-negara pendukung Israel.

Sudah banyak upaya dari negara-negara yang pro palestina agar segera membebaskan Palestina dari segala macam jajahan dan menjadikan Palestina sebagai negara merdeka yang utuh, namun tampaknya saat ini masih membutuhkan ribuan upaya yang keras untuk mencapai titik itu. Kemerdekaan palestina seolah semakin menjauh setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Padahal, sebelum konflik ini, penyerangan yang terjadi di negara Palestina sudah sedikit menyurut dan keadaan perdamaian sudah mulai mendingin. Dengan adanya konflik ini, maka arang merah yang sudah hendak redup dan mati seolah dihidupkan kembali.

Harapannya, Indonesia selalu menjadi negara yang berada di garda terdepan untuk membela Palestina atas kemerdekaan yang sudah menjadi haknya. Sudah sepatutnya bahwa rakyat Indonesia bangkit dan melakukan berbagai bantuan untuk membantu saudara muslim di Palestina, termasuk dalam hal penyelidikan kurikulum ini. Tidak hanya kurikulum saja, masih banyak hal yang ada di Palestina yang membutuhkan uluran tangan dari saudara muslim di Indonesia. Semoga dengan adanya beberapa konflik ini dapat meningkatkan kepekaan masyarakat Indonesia untuk membantu dan membela Palestina dalam memperjuangkan kebebasannya dari berbagai jajahan.