Cara Belajar Instan Di Dunia Pendidikan
Inspirasi

Cara Belajar Instan Di Dunia Pendidikan

Spread the love

Sesuatu yang instan memang tidak selalu baik. Seperti contohnya mi instan, mi instan yang menjadi favorit bagi anak kost. Harga yang murah dan rasa yang banyak macamnya sangat cocok ketika uang bulanan menipis. Mi instan juga sangat membantu bagi seseorang yang tidak mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan makanan.

Sesuatu Yang Terjadi Secara Instant Tentu Ada Efek Sampingnya

Seperti yang kita ketahui, kandungan bahan pengawet yang ada didalam mi instan tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka panjang. Ketika kita mengkonsumsi mi instan secara tidak sadar kita memasukkan banyak zat pengawet kedalam tubuh kita yang berbahaya bagi kesehatan. Zat zat ini dapat memicu berbagai macam penyakit berbahaya misalnya kanker, tumor dan penyakit berbahaya lainnya.

Di dalam dunia pendidikan pun kita juga mengenal hal yang berbau instan. Pendidikan dengan cara instan misalnya akselerasi pendidikan atau percepatan pendidikan.misalnya smp yang seharusnya ditempuh dalam waktu 3 tahun hanya menjadi 2 tahun saja. Sudah banyak sekolah yang menyediakan jalur akselerasi dalam proses belajarnya. Siswa yang memiliki kecerdasan diatas rata rata atau tergolong jenius lah yang biasanya mengikuti jalur akselerasi ini. Memang hal ini tidak dilarang, selagi siswanya memang mampu dan mau dalam menjalani percepatan pendidikan tidaklah menjadi hal yang perlu dipermasalahkan.

Menjadi suatu hal yang dipermasalahkan ketika pendidikan instan diterapkan kepada anak anak balita yang seharusnya masih menikmati dunia bermain. Menjamurnya preschool atau pendidikan anak usia dini dikota kota besar bahkan merambah hingga ke kota kecil menjadi buktinya. Anak anak yang seharusnya masih menikmati masa masa bermain diharuskan untuk bersekolah layaknya orang dewasa. Memang sekolahnya tidak seminggu penuh, bisa 2 atau 3 kali selama seminggu tergantung kebijakan sekolah. Namun tetap saja hal tersebut tidak disarankan. Mungkin bagi sebagian orang tua yang menyekolahkan anaknya sejak dini akan membuat anaknya menjadi cerdas, pemikiran tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pendidikan Instan Membuat Anak Memasuki Fase Belajar Yang Lebih Cepat

Anak dibawah umur 5 tahun masih dalam fase dunia bermain. Pendidikan instan membuat anak memasuki fase belajar lebih cepat. Banyak sekolah yang mengajarkan membaca dan menulis kepada siswa tetapi tidak sesuai dengan perkembangan umurnya. Anak umur 2 tahun sudah diajari untuk belajar membaca dan menulis, alhasil di umur yang belum genap 5 tahun anak sudah bisa membaca dan menulis. Suatu kebanggaan memang bagi orang tua ketika melihat anaknya sudah bisa membaca dan dengan lancar.

Pendidikan Instan Membuat Anak Memasuki Fase Belajar Yang Lebih Cepat

Apalagi ketika anak anak seusianya masih baru belajar mengenal huruf.dan angka. Tetapi yang perlu diperhatikan hal seperti ini suatu saat akan menimbulkan kebosanan pada si anak, karena dia masuk fase belajar lebih cepat padahal seharusnya dia masih berada dalam fase bermain. Anak berumur belum genap 5 tahun sudah terbiasa membaca buku bacaan untuk anak SD, anak tersebut pasti mengalami kesulitan untuk memahami isi buku tersebut dan menyebabkan si anak malas membacanya ketikaq sudah memasuki SD.

Kita sebagai orang tua seharusnya yakin bahwa anak kita akan bisa membaca dan menulis sesuai dengan tahap pendidikan dan umurnya. Kita hanya perlu memberikan pendampingan pada proses belajarnya , memberikan pengertian kenapa kita harus membaca dan menulis. Tanpa perlu memaksakan anak untuk belajar pada usia dini. Meskipun ada sisi negatifnya, tetapi ada sisi positif yang bisa kita ambil yaitu mengasah kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain. Semoga sedikit pembahasan tentang pendidikan anak usia dini bermanfaat untuk pembaca.