Cara Menebus Dosa Ketika Berhubungan Suami Istri
Keluarga

Cara Menebus Dosa Ketika Berhubungan Suami Istri

Spread the love

As-Ansar – Berhubungan suami istri merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah atau yang sudah memiliki pasangan hidup yang sah. Berhubungan suami istri jika dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah akan mendapatkan pahal yang besar disisi Allah. Akan tetapi ada larangan tertentu mengenai hubungan suami istri yang tidak boleh dilakukan yaitu pada saat kondisi istri dalam keadaan haid.

Cara Menebus Dosa Ketika Berhubungan Suami Istri

Dalam keadaan haid suami tidak boleh berhubungan sexsual dengan istri mereka. Hal ini diterangkan dalam surat al Baqarah ayat 222 diterangkan bahkan haid merupakan kotoran oleh sebab itu suami hendaknya manjauhi istrinya artinya supaya tidak melakukan hubungan suami istri. Apabila sudah suci atau sudah tidak haid lagi maka boleh melakukan hubungan suami istri lagi.

Apabila sudah terlanjur melakukan hubungan suami istri pada saat keadaan istri haid maka harus melakukan taubat. Dalam agama islam jika kita melakukan suatu kesalahan yang itu merupakan larangan dari Allah maupun larangan dari nabi Muhammad SAW maka harus bertaubat. Taubat sendiri merupakan suatu cara yang diperintakan oleh Allah untuk menebus dosa yang telah dilakukan. Oleh karena itu jika kita sudah terlanjut melakukan dosa seperti melakukan hubungan suami istri pada saat istri dalam kondisi haid maka segeralah untuk bertaubat.

Taubatnya orang yang melakukan hubungan suami istri pada saat istri dalam kondisi haid menurut khadis Tirmidzi diterangkan “Seorang yang laki-laki menjama’ sang istri yang sedang mengalami haid, apabila hal itu dilakukan pada kondisi darah haid sang istri yang masih merah maka ia akan dikenai denda 1 dinar, sedangkan jika melakukan pada saat kondisi darah sudah berwarna kuning, maka dendanya 1/5 dinar.” Selain membayar denda yang sudah ditentukan dalam khadis orang yang melakukan dosa akibat bergubungan suami istri juga harus melakukan beberapa hal diantaranya yaitu:

  • Meminta ampun kepada Allah

Orang yang melakukan dosa atau melakukan kesalahan yang itu merupakan larangan Allah dan nabi Muhammad SAW harus meminta ampun kepada Allah. Ada banyak cara untuk meminta ampun kepada Allah yaitu dengan kita mendekatkan diri kepada Allah dan membaca istigfar.

  • Menyesali dosa yang sudah dilakukan

Selain meminta ampun kepada Allah atas dosa yang sudah dilakukan mereka juga harus menyesali dosa yang sudah mereka lakukan.

  • Tidak mengulangi dosa tersebut

Kemudian yang terakhir yaitu tidak boleh mengulangi dosa yang sudah dikerjakan artinya tidak boleh melakukan dosa yang sama.

3 hal di atas merupakan tata cara bertaubat terutama taubat pada saat kita melakukan dosa berhubungan suami istri pada saat kondisi istri haid. Jika kita sudah terlanjur melakukan hubungan suami istri pada saat istri kita haid maka cepat-cepatlah melakukan taubat seperti tat acara yang sudah diulas tadi. Karena dosa yang sudah kita lakukan tidak akan hilang jika tidak kita taubati. Oleh karena itu cepat-cepatlah bertaubat dan tidak melakukan dosa yang sudah kita kerjakan.

Hal ini dikarenakan jika kita melakukan kesalahan atau dosa yang sama maka dosa kita akan semakin besar. Sama halnya seperti berhubungan suami istri pada saat haid jika kita sudah bertaubat kemudian melakukannya lagi maka dosa kita juga akan bertambah semakin besar. Karena hal ini sama halnya kita mempermainkan Allah dan taubat kita tidak taubat nasuha. Sedangkan ciri-ciri taubat yang nasuha yaitu tida boleh mengulangi kesalahan atau dosa yang sudah kita taubati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *