Kitab Khotbah Masjidil Haram Menggunakan Bahasa Indonesia
Berita

Kitab Khotbah Masjidil Haram Menggunakan Bahasa Indonesia

Spread the love

Kabar menggembirakan datang dari Negeri Arab Saudi, yaitu kini bahasa Indonesia sudah resmi menjadi salah satu bahasa yang akan digunakan di dalam kita khotbah masjidil haram.

Bahasa Indonesia Digunakan Dalam Kitab Khotbah Masjidil Haram

Pada hari ahad, tepatnya pada tanggal 25 Februari 2018, Syekh As-Sudais selaku Imam besar Masjid Nabawi dan juga Masjidil Haram telah menyampaikan bahwa bahasa bumi pertiwi akan mulai digunakan di kitab khotbah. Hal ini tentu dikarenakan jamaah dari Indonesia cukup membawa porsi yang besar bagi jamaah umroh maupun ibadah haji di kota Mekkah. Arab Saudi memang sudah berencana akan mengusung beberapa bahasa yang akan digunakan untuk khotbah sebagai tujuan menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW dengan bahasa yang mudah dipahami para pendatangnya. Hal ini tentu menjadi hal yang menggembirakan terutama bagi jamaah umroh dan jamaah ibadah haji dari Indonesia, karena tidak perlu lagi menerjemahkan ceramah dari bahasa Arab ke Bahasa Indonesia. dewapoker

Syekh As-Sudais

Diresmikannya bahasa Indonesia menjadi bahasa komunikasi dalam Kitab Khotbah di Masjidil Haram tentunya akan membuat peminat jamaah di Indonesia semakin menarik. Hal ini merupakan perkembangan yang baik karena akan memperbesar minat taqwa masyarakat Indonesia. Sebenarnya, masyarakat Indonesia perlu berbangga karena menjadi seorang warga Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia. Hal inilah yang menjadi faktor terbesar pemerintah Arab meresmikan bahasa Indonesia menjadi bahasa kitab Khotbah.

Bahasa adalah media untuk berkomunikasi dan akan sangat baik bila digunakan dalam rangka berdakwah dan menyebarkan kebaikan, sehingga harapannya tidak hanya bahasa Indonesia saja yang digunakan, namun bahasa negara-negara lain dengan angka jemaah yang tinggi. Arab Saudi memang sudah merencanakan dan menargetkan untuk merangkul beberapa bahasa untuk digunakan sebagai kitab Khotbah, namun perkembangan terbaru bahasa Indonesialah yang kini sudah diresmikan.

Jumlah Jamaat Indonesia Membawa Dampak Baik Pada Kitab Khotbah Masjidil Haram

Dengan perkembangan ini tentu harapannya ilmu agama Islam semakin mudah tersebarkan pada umatnya, terutama untuk umat di negara Indonesia. Tidak begitu banyak masyarakat Indonesia yang menguasai bahasa Arab, sehingga terkadang bahasa menjadi kendala kecil pada saat mendengarkan khotbah di masjidil Haram. Namun, kini pembaruan sudah dilakukan sehingga masyarakat Indonesia akan sangat mudah dalam menerima pesan dakwah yang disampaikan di masjidil Haram.

Banyaknya konflik yang sedang menyerang umat muslim di dunia sangat membutuhkan uluran tangan dari masyarakat Indonesia selaku negara dengan penduduk muslim terbesar, dan ini diupayakan salah satunya dengan memperdalam pengetahuan agama masyarakat Indonesia yang pergi ke masjidil Haram dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kitab khotbah. Kemungkinan besar esok hari akan ada banyak sekali bahasa yang selanjutnya juga diresmikan sebagai bahasa kitab khotbah di masjidil haram, agar pemahaman umat muslim tidak meluntur dan semakin dipertebal dengan adanya pembaruan ini.

Baca Juga: Sejarah Singat Hukum Islam Pada Zaman Khilafah

Negara Indonesia masih menjadi negara yang menyumbang jamaah umroh dan haji cukup banyak bagi negara Arab, sehingga peraturan baru dari negara Arab ini sangat disambut dengan tangan terbuka dari masyarakat Indonesia. Harapannya, hubungan persahabatan Indonesia dengan negara Arab akan terus terjalin dengan baik sehingga menciptakan ikatan yang padu antar sesama umat muslim di dunia. Indonesia tentu akan membuka tangan selebar-lebarnya untuk setiap upaya negara Arab dalam mendekatkan dan meleburkan diri dengan masyarakat Indonesia, dan negara Indonesia pun akan mengupayakan langkah-langkah untuk semakin mengakrabkan diri pula dengan negara Arab.