Berita

Mencegah Kelangkaan Bahan Bakar Minyak Dan Elpiji Menjelang Ramadhan

Spread the love

Beberapa hari lagi kita akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Segala persiapan untuk menyambut datangnya bulan yang suci sudah mulai banyak dilakukan. Konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat pada saat ramadhan, juga berimbas pada meningkatnya permintaan akan bahan bakar dan gas khususnya yang bersubdsi. Bahan bakar dan gas bersubsidi memang salah satu komoditas penting bagi masyarakat menengah kebawah. Misalnya untuk gas elpiji yang digunakan memasak untuk sahur. Maka dari itu pihak pertamina yang berwenang untuk penyaluran dan pengadaan gas elpiji diminta oleh DPR untuk menjaga pasokan dan stok jelang ramdhan dan idul fitri. Beberapa daerah di Indonesia mulai mengalami kelangkaaan elpiji dan BBM subsidi yang diperuntukkan untuk kalangan menengah kebawah.

Pemerintah Dihimbau Untuk Memastikan Pasokan Bahan Bakar Minyak

Salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPR) dari komisi VII Rofi’ Munawar mengatakan dirinya meminta pemerintah untuk menjaga dan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquid Petrolium Gas (LPG) aman menjelang bulan ramadhan. Karena setiap menjelang ramadhan konsumsi masyarakat akan kedua komoditas tersebut mengalami peningkatan. “Pemerintah harus memastikan pasokan gas elpiji 3 Kg dan BBM bersubsidi tersedia di masyarakat dengan harga yang terjangkau. Mengingat dua komoditas energy tersebut bagi kalangan menengah bawah sangat dibutuhkan,” ujar Rofi’. Selain itu Rofi’ yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera juga menambahkan pemerintah harus mengantisipasi banyaknya praktik penimbunan gas bersubsidi yang sudah banyak terjadi pada tahun-tahun yang lalu menjelang ramadhan. Selain itu dirinya juga meminta pemerintah untuk memperhatikan pasokan gas dan bbm bersubsidi di daerah daerah yang tepencil dan terluar. Dari proses evaluasi tahun sebelumnya, pemerintah seharusnya sudah mempunyai peta permasalahan dan kendala apa saja yang terjadi pada proses penyediaan elpiji dan BBM. Pemantauan harus dilakukan secara real time dan update,” sarannya.Mencegah Kelangkaan Bahan Bakar Minyak Dan Elpiji Menjelang Ramadhan.

Mencegah-Kelangkaan-Bahan-Bakar-Minyak

Akibat dari permintaan yang tinggi, dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menimbun gas elpiji bersubsidi. Merekan akan menjual elpiji dengan harga yang tinggi ketika terjadi kelangkaan dipasaran. Sehingga mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar hasil menjual elpiji tersebut. Hal ini tentunya meresahkan masyarakat, masyarakat yang seharusnya dengan mudah dapat mendapatkan gas bersubsidi dengan harga yang terjangkau sesuai dengan kemampuan mereka menjadi sulit mendapatkan gas bersubsidi. Kalaupun mereka mendapatkan gas subsidi pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan harga normal.

Kelangkahan Yang Terjadi Pada Pendistribusian Elpiji 3Kg

PT Pertamina (Persero) sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap proses pengadaan dan penyaluran melalui M Iskandar memprediksi bahwa realisasi pendistribusian elpiji 3kg kepada masyarakat pada tahun 2018 akan melebihi kuota subsisidi yang ditetapkan oleh Pemerintah yaitu sebesar 6,45 juta Metric Ton. Berdasarkan sejumlah temuan di beberapa daerah yang terjadi kelangkaan, elpiji 3kg yang dibutuhkan masyarakat pada tahun ini diprediksi sebesar 6,7 juta Metric Ton. Jauh lebih besar bila dibandingkan dengan prediksi dari PT Pertamina. Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan gas elpiji selain adanya praktik penimbunan gas. Rofi’ yang berasal dari Jawa Timur juga mengatakan untuk BBM bersubsidi/Premium meskipun sudah ada pembatasan untuk  wilayah Jawa, Bali dan Madura berdasarkan regulasi. Meskipun sudah ada regulasi yang mengatur pembatasan BBM tetapi konsumen di wilayah tersebut tidak mendapat kepastian dan alokasi BBM subsidi yang jelas. Kita melihat ada kesan semaunya sendiri dan tidak jelas pada  pendistribusian BBM subsidi akhir akhir ini. Padahal pada regulasi tersebut sudah jelas bahwa BBM subsidi bukan ditiadakan tetapi diatur untuk penyalurannya, dibatasi dan ditata sedemikian rupa dengan berlandaskan prioritas kebutuhan konsumen.