Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan Tetapi Meninggalkan Ibadah Shalat, Bagaimana Hukumnya?
Oase Iman

Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan Tetapi Meninggalkan Ibadah Shalat, Bagaimana Hukumnya?

Spread the love

Beberapa hari lagi kita, seluruh umat muslim di dunia akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Setiap umat muslim menyambut bulan suci yang penuh ampunan ini dengan penuh suka cita.

Pahala di Bulan Ramadhan Bagi Seorang Muslim

Setiap orang berlomba lomba beribadah agar mendapat pahala terutama di bulan ramadhan. Masjid masjid setiap hari selalu penuh oleh jamaah bila dibandingkan dengan bulan biasa. Suara lantunan ayat suci al quran terdengar dari pengeras suara masjid, saf shalat 5 waktu maupun tarawih selalu penuh dengan jamaah. Ibu ibu semakin giat untuk melaksanakan pengajian, ceramah di masjid dan kegiatan keagamaan yang lain. Bapak dan anak anak berkeliling pada dini hari untuk membangunkan orang sahur. Sungguh suasana bulan ramadhan yang pasti selalu  ditunggu oleh umat muslim.

Puasa ramadhan dan shalat 5 waktu merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim. Perbedaan diantara keduanya adalah jika puasa ramadhan hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan saja sedangkan shalat 5 waktu harus kita lakukan setiap hari selama 5 kali yaitu pada waktu isya, subuh, dhuhur, asyar dan magrib. Perbedaan lain adalah ketika berpuasa, selain harus menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari, kita juga harus menahan hawa nafsu. Hawa nafsu yang dimaksud adalah kita harus bisa menjaga emosi agar tidak marah, tidak berbicara ghibah/gosip kepada orang lain dan lain sebagainya.

Lalu bagaimanakah hukumnya ketika kita melakukan puasa tetapi meninggalkan shalat? Allah  berfirman “Barang siapa yang kafir sesudah beriman (murtad) maka hapuslah amalannya dan ia dihari kiamat termasuk orang orang yang merugi,” (Q.S Al-Maidah:5). Sebagian ulama mengatakan, orang yang meninggalkan shalat bukan berarti dia keluar dari agama islam (murtad), selama dia meyakini bahwa shalat itu merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim. Namun orang yang lalai dalam shalat saat puasa dianggap melakukan perbuatan kufur kecil dan melakukan amal buruk. Lebih buruk bila dibandingkan dengan orang yang berzina, pencurian dan lain sebagainya. Tetapi untuk puasanya tetap dianggap sah, jika dilakukan sesuai dengan syariat islam. Meninggalkan shalat 5 waktu merupakan suatu hal yang sangat berbahaya. Shalat merupakan benteng kita agar tidak mudah tergoda oleh setan, selain itu shalat juga mencegah umat muslim agar tidak terjerumus kedalam syirik besar atau menyekutukan Allah SWT.

Ada pula pendapat lain dari ulama yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat ketika puasa telah termasuk kedalam kekafiran yang besar (keluar dari islam). Berdasarkan dalil yang telah disebutkan di atas maka siapa saja yang berpuasa sementara dia tidak shalat maka tidak ada puasa baginya (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15 : 179). Keterangan tambahan tentang hukum puasa tetapi meninggalkan shalat dari Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah). Dalil yamh menunjukkn bahwa orang yang berpuasa tetapi lalai dalam shalatnya adalah sebgaia berikut :

“Jika mereka bertobat, menegakkan shalat dan menunaikan zakat maka mereka adalah saudara kalian seagama, (QS. At-Taubah).

Selain itu ada pula Nabi Muhammad SAW juga bersabda,

“Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”, (HR Muslim). Sudah merupakan sebuah kewajiban bagi kita yang beragama islam dan beriman untuk melaksanakan shalat, apalagi di bulan ramadhan yang penuh ampunan. Jika di bulan lain shalat kita masih belum sempurna, bulan ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki shalat dan memperbaiki kualitas diri kita masing masing.