Nusron Tegaskan Cawapres Jokowi Harus Muslim
Berita

Nusron Tegaskan Cawapres Jokowi Harus Muslim

Spread the love

Konflik yang terjadi atas kejadian kasus mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memang sangat mengena di benak masyarakat muslim Indonesia.

“Cawapres Jokowi Harus Muslim Agar Tak Terjadi Al Maidah Kedua”

Cawapres Jokowi Harus Muslim

Ahok sempat melayangkan perkataan yang kurang berkenan di hati umat muslim Indonesia dengan menyinggung soal salah satu ayat yang ada di Surah Al Maidah terkait dengan tata cara Islam dalam memilih pemimpin yang ideal. Ahok menganggap bahwa masyarakat dibodohi memakai  salah satu ayat tersebut, yang sontak membuat masyarakat muslim Indonesia naik pitam dengan cepat. Menjelang pemilu raya pemilihan presiden dan wakil presiden di tahun 2019 mendatang, Nusron Wahid selaku salah satu perangkat DPP partai Golkar sempat berkata, “ Cawapres Jokowi Harus Muslim,

Biar Tak Muncul Al-Maidah Kedua”. Hal ini dikarenakan belum ada suara yang begitu jelas terkait dengan cawapres yang akan mendampingi Jokowi untuk maju Pilpres di tahun 2019 nanti. Tentunya persiapan pemilihan siapa subjek yang akan diajukan adalah saat-saat ini, dan Nusron menegaskan bahwa jangan sampai pendamping Jokowi adalah pendamping yang bukan muslim, agar tidak menuai konflik lanjutan dari konflik yang sudah ada beberapa waktu lalu.

Nusron berpendapat bahwa sosok Joko Widodo adalah presiden yang sangat mudah dan ringan untuk meleburkan diri dengan para pemuka agama Islam di Indonesia, baik NU maupun Muhammadiyah. Hal ini, menurut Nusron, membuat peluang Jokowi untuk terpilih kembali menjadi presiden pun semakin membesar. Untuk itu, sebaiknya Jokowi memilih cawapres yang beragama muslim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang telah terjadi beberapa saat lalu. Berdasarkan beberapa survei dan pengolahan data pendapat masyarakat, Jokowi memang masih memegang peluang tertinggi untuk memenangkan kembali jabatan presiden di pilpres 2019 mendatang.

Jokowi Menjadi Presiden Yang Banyak Diidolakan Masyarakat

Hal ini karena banyak yang telah dilakukan Jokowi dan membuat masyarakat semakin mengidolakan Jokowi sebagai presiden. Selain itu, sebagian besar masyarakat juga merasa bahwa Jokowi telah menjadi pemimpin yang ideal untuk bangsa ini, dan banyak pula hal ‘berani’ yang telah dilakukannya sejak terpilih menjadi presiden selama sekitar 4 tahun terakhir. Menanggapi peluang besar Jokowi untuk kembali terpilih, maka Nusron menginginkan bahwa negara ini terbebas dari konflik agama dan kepercayaan, dan salah satu upayanya adalah pemilihan cawapres yang akan disandingkan dengan Jokowi nantinya.

Sebenarnya tidak hanya Jokowi, namun juga capres-capres yang lain untuk teliti dalam memilih pasangan maju pemilu 2019. Konflik agama yang terjadi di negara Indonesia cukup hebat dampaknya bagi psikologis dan kedamaian antar umat beragama yang sudah terjalin sejak lama, untuk itu alangkah lebih baiknya bila para calon presiden selektif dalam memilih partner politik kelak. Tidak hanya presiden, bahkan kepala pemerintahan di bawah presiden pun sebaiknya dipilih berdasarkan kesepakatan bersama dan mempertimbangkan kedamaian satu lapisan masyarakat dengan lapisan yang lain.

Perdamaian di negara Indonesia haruslah dijaga dengan baik. Terlebih, kini masyarakat muslim di Indonesia seolah lebih peka dan sensitif terhadap permasalahan keagamaan. Tidak hanya disebabkan oleh konflik salah satu surah al maidah beberapa saat lalu, namun karena ada beberapa ulama muslim yang seolah diperlakukan tidak adil karena suatu hal yang mengganjal. Untuk itu, agar keadaan kembali menjadi dingin dan sejuk bagi umat beragama di seluruh Indonesia, maka pemilihan calon pemimpin harus selektif.