Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT Bukan Manusia
Renungan

Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT Bukan Manusia

Spread the love

As-Ansar – Bagi umat muslim Tuhannya adalah Allah SWT dengan berpedoman Al-Qur’an sebagai penunjuk keimanan dan perilaku yang benar. Umat muslim selalu mengerjakan solat dengan waktu 5 kali berturut-turut setiap hari dan mempercayainya sebagai tiang agama. Solat yang dikerjakan rentang waktu subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya’. Waktu-waktu itupun dikerjakan sesuai terbit, terik,dan tenggelamnya matahari. Subuh dikerjakan waktu fajar sebelum matahari terbit, dzuhur dikerjakan disiang hari saat terik matahari, ashar dikerjakan sore hari saat matahari mulai turun, maghrib dikerjakan pertengahan malam dan sore dikala matahari sudah tenggelam, terakhir isya’ dikerjakan ketika bumi hampir melewati puncak malam.

Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT

Umat muslim-muslimin meyakini bahwa setiap solat dikerjakan dan doa dipanjatkan merupakan rezeki yang sedang berusaha mereka kumpulkan untuk menjadi tabungan di akhirat. Mereka yang mempercayai agama islam menerapkan syariat-syariat islam ke dalam dunia sehari-harinya. Dibandingkan mengumpulkan harta/rezeki sebanyak-banyaknya di dunia, seseorang yang taat kepada agama islam lebih memilih menabung rezeki di akhirat. Mereka lebih mementingkan ingin masuk surga dan mendapatkan ke ridhoan Allah tatkala kenikmatan dunia selalu menghampiri.

Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT

Ada sebuah cerita mengenai seorang muslim yang memiliki anak dan selalu diingatkan oleh anaknya terkait rezeki ada ditangan Allah SWT bukan manusia. Cerita itu kisah nyata yang diambil dari kehidupan seorang ulama besar bernama Hatim Al Ashom. Berawal dari hari, di mana Hatim berpamitan kepada anak dan istrinya untuk pergi mencari ilmu. Namun, keluarganya melarang terkait siapa yang akan menafkahi mereka. Hatim yang memiliki sembilan anak tiba-tiba dikagetkan dengan pernyataan dari salah satu anak nya. Anak tersebut berkata kepada saudara-saudara serta ibunya bahwa mereka harus melepas sang ayah untuk memperluas ilmu sebab kebutuhan hidup mereka bisa diserahkan kepada Allah Maha pemberi hidup, Maha pemberi rezeki dan tidak pernah tidur ataupun tidak bisa mati. Keadaan itu mengejutkan semua orang dan mengetuk pintu hati sang ibu dan saudara-saudaranya hingga dapat melepas kepergian sang ayah.

Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT Bukan Manusia

Hari dimana Hatim pergipun berlalu, di suatu malam mereka dilanda kelaparan. Sedangkan ketersediaan makanan habis. Semua menjadi gelisah dan memandangi seorang anak yang menyuruh mengikhlaskan kepergian sang ayah. Seorang putri tersebut ternyata penghafal Al-Quran yang mengingatkan kembali kepada saudara-saudara dan ibunya bahwa mereka masih mempunyai Allah Yang Maha Hidup, Maha Tahu, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Kekal. Hingga ada suara ketukan pintu lalu dibuka dan ternyata mereka mendapatkan tamu tak diundang. Tamu tak diundang itu segerombolan penunggang kuda yang sedang bermusafir dan meminta sebuah air. Lalu salah satu dari keluarga Hatimpun memberikan air kepada para penunggang kuda. Tiba-tiba ada seorang dari salah satu penunggang kuda yang bertanya siapa pemilik rumah ini? Istri Hatim menjawab “ini rumah Hatim al Ashom”. Semua penunggang kuda terkejut dan memberikan beberapa uang kepada keluarga Hatim.

Ternyata disalah satu gerombolan penunggang kuda itu memiliki pemimpin bernama Abu Ja’far al Manshur yang telah meminta pengikutnya untuk mengikhlaskan uang mereka kepada keluarga Hatim. Kejadian itu sangat mencambuk hati istri dan delapan anak Hatim yang meragukan kekuasaan Allah SWT. Mereka lupa bahwa ada pengatur rezeki di dunia ini yakni Allah Swt bukan manusia. Seperti yang telah disampaikan oleh Allah melalui perantara Nabi Muhammad SAW ke dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 58 terkait rezeki sudah diatur Allah tergantung doa dan usaha umatnya.

One Reply to “Penentu Rezekiku Ialah Allah SWT Bukan Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *