Kehidupan Manusia
Inspirasi

Pengertian Akar Fiqih Dalam Kehidupan Manusia

Spread the love

As-Ansar – Istilah-istilah dalam hukum islam, banyak yang berasal dari bahasa arab mengingat pembawanya adalah seorang Nabi yang berasal dari jazirah Arab. Meski berasal dari kata-kata Arab, al-hukm dan al-islām, “hukum Islam” adalah istilah khas Indonesia dan tidak dikenal dalam bahasa arab. Istilah al-hukm al-Islāmī tidak lazim digunakan dalam Bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, istilah al-ahkām al-shariyyah (hukum-hukum syariah) sering digunakan untuk menyebut hukum-hukum agama Islam. Di fakultas-fakultas hukum di Timur Tengah istilah al-syarī‘ah al-islāmiyyah juga digunakan untuk mengacu kepada makna hukum. Hanya saja, penggunaan tersebut sebenarnya kurang tepat. Menurut para ahli, kata al-syarī‘ah memiliki makna yang lebih luas daripada sekedar “hukum”. Istilah al-shari‘ah sama artinya dengan al-dīn atau “agama”. Dengan demikian istilah al-sharī‘ah al-islāmiyya sama artinya dengan “agama Islam” dan bukan “hukum agama Islam”. Istilah yang paling tepat untuk hukum-hukum Islam adalah al-fiqh atau Fiqih. Demikianlah seperti yang didefinisikan oleh al-Tahanawi, al-Shātibī, al-Jurjāni, dan lain-lainnya.

Fiqih Dalam Kehidupan Manusia

Menurut bahasa, fiqih berarti “pemahaman”. Ibnu Faris mengatakan “kullu ilm bi-syai fa-huwa fiqh lah (setiap ilmu mengenai sesuatu adalah “Fiqih Sesuatu”). Ada empat kata kunci dalam definisi ini.

  • Pertama, al-ilm, artinya Fiqih merupakan ilmu yang bisa dipelajari oleh semua orang. Fiqih bukan wahyu dari Allah. Karena itu, ada sekian ruang pemisah antara Fiqih dengan Allah.
  • Kedua, al-ahkām al-syariyyah, artinya Fiqih hanya membahas soal hukum syariah, yaitu hukum yang berasal dari asy-Syāri (Sang pembuat hukum atau Allah).
  • Ketiga adalah al-amaliyyah, yaitu hukum tentang “perbuatan” seseorang, bukan akidahnya dan bukan akhlaknya. Hukum syariah mengenai akidah seseorang, seperti hukum mempercayai bahwa al-Qur’an adalah makhluk, berada di luar pembahasan Fiqih. Hukum mengenai keyakinan mukallaf dibahas oleh ilmu lain, yaitu Ilmu Kalam. Ilmu yang membahas hukum ysariat terkait etika seseorang dibahas oleh Ilmu Akhlak. Dengan demikian, ada pembedaan yang jelas antara “Fiqih” dan “syariah”. Kata “syariah” sejajar dengan kata “agama”, dan “Fiqih” menjadi adalah salah satu bagian dari tiga cabang utama ilmu agama yang berupa: Fiqih, Kalam, dan Akhlak.
  • Keempat adalah “dalil-dalil khusus” (al-adillah al-tafsīliyyah), yaitu dalil khusus yang menghasilkan hukum khusus bagi perbuatan khusus. Perlu diketahui, Fiqih bukan satu-satunya ilmu yang membahas ayat-ayat al-Qur’an, yang dalam Fiqih disebut ‘dalil’. Ilmu-ilmu lain, seperti Tafsir, juga membahas ayat-ayat.

Dengan membahas secara sendiri-sendiri masing-masing dalil itu membuat Fiqih berbeda dengan saudaranya, Ushul Fiqih. Ushul Fiqih membahas ketiganya secara bersama-sama untuk menemukan benang merah dalam ketiga dalil tersebut. Salah satunya, penggunaan frasa kutiba alà dalam tiga dalil tersebut. Istilah Uṣūl al-Fiqh sendiri terdiri atas dua kata: uul yang berasal dari kata al-al dan al-fiqh. Menurut Abū Zahrah, secara bahasa al-al artinya mā buniya alaihi, pondasi, atau dasar. Makna ini adalah makna yang pas dengan penggunaannya secara terminologis karena ilmu uṣūl al-fiqh adalah pondasi Fiqih. Kamāluddīn ibn al-Hammām mendefinisikan Ushul Fiqih sebagai ilmu untuk menguasai kaidah-kaidah yang digunakan dalam menggali hukum Fiqih (idrāk al-Qawā‘id al-latī yatawaṣṣal bihā ilā istināṭ al-fiqh). Jadi, relasi Fiqih dan Ushul Fiqih semacama teori dan praktik, semacam alat dan hasilnya. Cakupan pembahasan ilmu Fiqih dan hukum Islam sangatlah luas. Ia mengatur semua aspek perilaku seorang Muslim dalam kehidupannya, dari bangun tidur sampai ia tidur lagi, dari menikah, terlahir, sampai ia mati, dari urusan pribadi sampai dengan urusan keluarga dan bisnis.

One Reply to “Pengertian Akar Fiqih Dalam Kehidupan Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *