Penolakan India dan Eropa Terhadap Investasi RCC
Berita

Penolakan India dan Eropa Terhadap Investasi RCC

Spread the love

Melakukan investasi satu negara dengan negara yang lain memang sesuatu hal yang wajar. Karena hal tersebut merupakan bentuk kerjasama antar negara. Manfaat yang diperoleh pun juga cukup banyak. Yang pertama, dengan melakukan kerjasama dengan negara lain akan mengikat tali persaudaraan agar semakin kuat. Kemudian yang kedua yaitu bisa saling membantu satu sama lain. Permasalahan negara pasti akan selalu ada, jika negara tersebut banyak menjalin kerjasama dengan negara lain, sudah bisa dipastikan mereka tidak akan tinggal diam melihat negara yang menjalin hubungan baik dengannya mengalami masalah. Selain itu, juga bisa meningkatkan kualitas ekonomi negara sehingga rakyat pun kondisi ekonominya juga semakin membaik. Maka, menjalin hubungan baik itu sangatlah penting.

Investasi Dari Cina Ditolak Oleh Negara India dan Eropa

Namun, kali ini berita yang cukup mengejutkan datang dari negara uang cukup terkenal. Yaitu China. China memang memiliki bamyak investasi di beberapa negara yang ada di dunia. Termasuk Indonesia. Akan tetapi, kali ini investasi China ditolak oleh negara India dan Eropa. Alasannya bukanlah tentang masalah politik. Melainkan mengenai stabilitas tenaga kerja lokal. Setiap negara pastinya akan mengedepankan kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu. Apalagi jika melihat banyak masyarakat di negara tersebut yang tidak memiliki pekerjaan. Otomatis kehidupan ekonomi keluarganya akan rendah. Dan ini juga menjadi tanggung jawab negara untuk membantu memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat di negaranya. Lalu, apa hubungannya dengan penolakan investasi terhadap China? Tentu saja ada hubungannya.

Investasi Dari Cina Ditolak Oleh Negara India dan Eropa

Penanaman investasi China ke negara lain biasanya diikuti dengan pengiriman tnaga kerja yang berasal dari China. Mungkin ini memang manjadi salah satu strategi agar masyarakat China bisa mendapatkan kehidupan ekonomi yang layak. Akan tetapi, ini akan menjadi masalah terhadap negara yang ditanami investasi. Secara otomatis lapangan pekerjaan yang dimilikinya semakin berkurang. Sedangkan masih banyak warga negaranya yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan tersebut. Memang suatu kesalahan jika negara lebih mementingkan keuntungannya sendiri tanpa mempertimbangkan dampak yang akan dialami oleh warga negaranya. Tidak hanya itu, Eropa dan India juga merasa bahwa keberadaan perusahan dan bank yang berasal dari China justru akan menambah beban hutang yang dimiliki oleh negaranya. Kerugian yang diperoleh bisa semakin besar. Tidak hanya kondisi ekonomi warganya yang terancam, tetapi kondisi ekonomi negaranya juga bisa terancam.

Bahkan, baru-baru ini India telah memprediksi bahwa permasalahan seperti ini akan terjadi di negaranya. Sebelum ini, permasalahan tersebut juga telah terjadi di Indonesia. Dengan alasan yang sama ingin menjaga stabilitas tenaga kerja lokal dan perekonomian, Eropa juga menolak investasi China. Dibalik semua itu, ternyata ada hal yang menarik dari investasi dari China. Salah satunya adalah tenaga kerja yang lebih murah. Beberapa perusahaan pasti akan mudah tertarik dengan tawaran tersebut. Apalagi jika perusahaan itu sedang dalam masa bekembang dan mebutuhkan tenaga kerja yang cukup murah untuk mengembangkan perusahaannya. Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 belum terlalu kuat. Sehingga, Tenaga Kerja Asing akan lebih mudah masuk ke Indonesia dan menawarkan kerjasama yang cukup menarik. Ada banyak Tenaga Kerja Asing yang bekerja dengan bebas di Indonesia. Beberapa dari mereka pun tidak memiliki izin yang resmi. Hal ini terjadi karena pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing belum berjalan secara maksimal dan optimal. Salah satu cara penanggulangannya dengan memperkuat keamanan pengiriman TKA terutama di jalur laut dan darat.