Sejarah Singat Hukum Islam Pada Zaman Khilafah
Inspirasi

Sejarah Singat Hukum Islam Pada Zaman Khilafah

Spread the love

As-Ansar – Ketika wilayah kekuasaan umat islam merambah ke timur hingga India dan ke barat hingga Eropa, fiqih tumbuh dan berkembang di dalamnya. Sebelum menjadi fiqih yang sekarang kita kenal, dulu campur tangan para ahli turut membentuk dan mempercantiknya.

Para ahli tersebut diantaranya adalah Malik ibnu Anas, Abu Hanifah, Muhammad Ibnu Idris dll. Serta para ahli sesudahnya seperti Al-Ghazali, dan Al-Tufi. Dalam pendekatan biologis, fiqih belum dikatakan mati, hanya mengalami stagnansiyang selanjutnya disebut ijtihad tertutup. Menurut sejarah politik, fiqih mencapai masa kejayaannya pada saat perkembangan politik islam mencapai masa ke-emasannya, yaitu pada masa pemerintahan khalifah bani abassiyah, dan mundur saat baghdad dihancurkan Tartar, saat islam mengalami kemunduran. Namun jika dipandang melalui perspektif lain, fiqih ini berkembang secara luar biasa dan berbeda-beda. Dalam setiap massa, fiqih mampu beradaptasi menyesuaikan setiap kondisi.

Dengan perspektif adaptif, fiqih dibagi menjadi empat periode, yaitu :

  • Zaman Nabi
  • Zaman Khilafah
  • Zaman kolonial
  • Zaman negara-bangsa

Dalam konteks historis sebelum zaman nabi, dalam sejarah pasti selalu membahas yang namanya jaman jahiliyah. Zaman jahiliyah ini di definisikan sebagai massa-massa dimana penduduk belum mengenal wahyu. Mungkin Mekkah tidak menjadi bagian integral dari dua negara adidaya Bizantium romawi dan Sasanid Persia. Tetapi Mekkah bukan juga orang terpencil. Hukum islam tentunya datang bersamaan dengan datangnya ekspansi politik kekuasaan hukum islam yang juga berasimilasi, beradaptasi, berkembang sesuai dengan lingkungan sosial dimana dia hidup.

Pada masa nabi merupakan masa terpendek dalam hukum islam, dan kehadiran nabi menjadi salah satu yang istimewa pada masa ini. Nabi menjadi perantara langsung dengan sang pembuat hukum, yaitu Allah. Namun, sejatinya nabi Muhammad SAW tidak pernah diutus untuk menjadi hakim, hanya terpilih menjadi penerima dan penyalur wahyu dari Allah SWT. Tugas utama beliau adalah membangun masyarakat etis. Pada periode nabi, fiqih belum diperlukan, karena nabi sudah menyampaikan hukum dan ketentuan itu sendiri. Ada dua oknum yang memproduksi hukum pada zaman nabi, Allah melalui wahyunya dan nabi bila tidak ada wahyu yang turun kepada beliau.

Ada tiga kemungkinan muncul dan berlakunya sebuah hukum.

Pertama, hukum yang berlaku dengan melanjutkan atau memodifikasi hukum yang sudah ada sejak zaman pra islam. Sebelum islam datang, bangsa Arab setidaknya mengenal beberapa hukum, yaitu (1) hukum adat, (2) hukum yang bersumber dari tradisi Yahudi dan Nasrani, (3) hukum yang bersumber dari negara-negara maju di sekitarnya, seperti Romawi dan Persia.

Kedua, hukum yang muncul secara langsung berdasarkan wahyu.

Ketiga, hukum yang muncul karena pertanyaan-pertanyaan umat yang perlu direspon oleh Al-Qur’an. Tiga model penetapan hukum tersebut menunjukkan bahwa fiqih sebagai ilmu untuk menemukan hukum Allah pada dasarnya memang tidak diperlukan pada zaman nabi. Namun praktek fiqih itu sendiri muncul pada zaman di bawah persetujuan dan bimbingan nabi. Fiqih dipraktekkan oleh sahabat, sudah lahir dalam bentuknya yang masih sangat dini meskipun belum menjadi sebuah metode berpikir yang mapan. Kebutuhan hukum tersebut sangat bergantung dari pola pikir masyarakat yang ada, sehingga banyak aturan pra-islam yang masih banyak dipakai.

Zaman Khilafah

Periode terpanjang ini dimulai dari wafatnya nabi SAW hingga pembubaran institusi khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Siapa yang akan menggantikan nabi setelah beliau wafat? Pertanyaan itulah yang memunculkan lembaga khilafah. Di bawah kaum sunni, hukum islam mulai berkembang, dua kota penting yan menjadi pusat perkembangan hukuman islam sunni adalah Madinah di Jazirah Arab dan Kuffah di Iraq.

Karakter utama hukum islam pada masa ini dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Hukum islam yang mengalami kodofikasi dari sekedar praktik berfatwa yang tak tersistematisasi menjadi disiplin yang mapan.
  • Dengan berhentinya wahyu, para penerus nabi diharuskan untuk memberikan persoalan atas masalah-masalah baru yang bermunculan di kalangan umat islam.
  • Lahirnya mazhab-mazhab dalam hukum islam.
  • Hukum islam dipraktikkan menjadi satu-satunya hukum yang berlaku di seluruh negeri muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *