Sosok Hebat Penghafal 30 Juz Al-Qur’an dengan Keterbatasannya
Inspirasi

Sosok Hebat Penghafal 30 Juz Al-Qur’an dengan Keterbatasannya

Spread the love

Al-Qur’an merupakan kitab suci agama islam yang terdiri dari 30 juz. Al-Qur’an juga dijadikan sebagai pedoman hidup bagi semua umat muslim. Di dalamnya, tertulis ayat-ayat suci yang mengandung arti.

Keterbatasan Tidak Membatasi Mutmainah Untuk Menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz

Banyak pesan  yang bisa diambil dalam Al-Qur’an. Kali ini, ada sosok wanita hebat yang ternyata bisa menghafal isi Al-Qur’an 30 juz. Ia bernama Mutmainah dan berumur 28 tahun. Mutmainah bisa melakukan hal tersebut ditengah keterbatasannya sebagai salah satu bagian disabilitas. Mutmainah berasal dari Dusun Tanah Anyar, Kecamatan Situbondo. Ia sangat dikenal di kalangan masyarakat. Apalagi semangatnya yang sampai sekarang tidak pernah padam. Bahkan, ia tidak pernah memiliki keluhan terhadap takdir yang harus diterimanya tersebut. Hal itu terbukti dari ibadahnya yang bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz. Ini menjadi bentuk rasa keimanan yang tinggi dan rasa syukur terhadap Allah atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Keterbatasan Tidak Membatasi Mutmainah Untuk Menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz

Setiap hari, ia selalu dibalut dengan jilbab yang membuat semakin cantik. Senyum bahagianya tidak pernah lepas menghiasi wajah manisnya itu. Mutmainah bisa berbicara dengan lancar. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh beberapa orang, ternyata Mutmainah tidak pernah mengikuti jenjang pendidikan seperti pada umumnya. Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana ia bisa menghafal Al-Qur’an dengan baik jika memiliki keterbatasan fisik dan tidak pernah memperoleh pendidikan. Mutmainah bisa dengan mudah menghafal karena bantuan kedua orangtuanya. Sejak kecil, ia telah diajarkan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik.

Mutmainah tetap memiliki kemampuan dalam membaca dan menulis. Ia bisa melakukan hal tersebut juga karena ia belajar mandiri dari membaca buku-buku milik sepupunya. Mutmainah adalah anak sulung dari 5 bersaudara. Kedua orangtuanya bernama Zainal Arifin dan Siti Munirah. Ketika Mutmainah masih berumur 10 tahun, ia sudah bisa membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Hari demi hari ia lalui dengan membaca Al-Quran secara rutin. Kemudian, ia mencoba untuk menghafal surat dengan segala keterbatasannya.

Mutmainah Memiliki Semangat dan Usaha Yang Gigih Untuk Menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz

Dengan semangat yang kuat dan usaha yang sangat gigihlah akhirnya ia bisa menghafalkan 30 juz dengan baik. Tidak bisa dipungkiri, selama proses menghafal pastinya ia menemukan banyak kesulitan dan tantagan. Kemalasan juga akan selalu mengganggu orang-orang yang ingin berjuang di jalan lurus. Bahkan, rasa putus asa seringkali menghampiri seseorang yang sedang melakukan perjuangannya. Namun tidak untuk Mutmainah. Rasa putus asa yang mungkin akan timbul dalam dirinya bisa dicegah dengan sangat baik. Sampai saat ini pun, Mutmainah masih ingin banyak belajar. Menuntut ilmu menjadi salah satu hobi yang digemarinya.

Mutmainah selalu memiliki keinginan yang bear untuk belajar dan mendapatkan banyak ilmu. Tidak perduli dengan keterbatasan fiiknya. Ia selalu percaya walaupun fisiknya tidak sempuna, tetapi Allah akan mengirimkan cara yang terbaik untuknya agar bisa memperoleh ilmu yang berlimpah. Apalagi, di dalam agama islam menuntut ilmu merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap umatnya. Ilmulah yang bia membantu manusia agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk.

Mutmainah memiliki cita-cita yang selalu ingin dia peroleh. Cita-citanya sangat mulia. Yaitu bisa membuat kedua orangtuanya selalu ada dalam kebahagiaan. Apalagi, kedua orangtuanya sudah tua dan tidak bisa melanjutkan pekerjaanya. Keinginan Mutmaidah sederhana, ingin memiliki usaha  warung atau toko hasil dari perjuangannya sendiri. Ia juga tidak pernah merasa takut atau minder untuk selalu bermimpi Karena mimpi adalah awal yang baik bagi seseorang untuk memperoleh kesuksesan.