Topi Kerucut Merupakan Simbol Kemurtadan
Oase Iman

Topi Kerucut Merupakan Simbol Kemurtadan

Spread the love

As-Ansar – Di Indonesia sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakatnya merayakan pesta pergantian malam guna menyambut tahun baru. Perayaan ini diperingati setiap akhir tahun tepatnya bulan akhir Desember untuk menanti tanggal 1 Januari. Masyarakat Indonesia merayakannya dengan meniup terompet, menyalakan kembang api, bakar-bakar jagung, memakai topi kerucut khas tahun baru hingga bergadang semalaman menunggu pergantian jam dari jam 12 malam ke menit berikutnya sebagai tanda pergantian waktu. Tanpa disadari oleh masyarakat luas bahwa memang pada dasarnya kepercayaan pergantian tahun ini merupakan tradisi bagi umat Khatolik. Dan mayoritas umat muslim di Indonesia mulai menganut ajaran dan kepercayaan itu melalui pengamalan salah satu tradisi-tradisinya pada perayaan tahun baru. Pada saat perayaan tahun baru dipenuhi dengan ajaran-ajaran umat non muslim dari penggunaan topi kerucut, menyalakan kembang api atau bahkan perayaan menimbulkan pesta-pesta tidak wajar yang dilarang oleh agama islam.

Topi Kerucut Merupakan Simbol Kemurtadan

Sesungguhnya, topi tahun baru bisa disamakan dengan topi yang dikenakan oleh orang muslim Andalusia dari jaman setelah Rasulullah SAW wafat sebagai penanda terkait kemurtadan mereka saat daerah Andalusia dikuasai oleh Gereja Khatolik Roma. Topi yang dikenakan oleh para kafir itu dinamakan Sanbenito. Mereka rela melepaskan agama islam dan lebih memilih ajaran Khatolik Roma yang menerapkan Inkuisisi Spanyol. Kejadian penindasan oleh Gereja Khatolik Roma terhadap kaum muslimin berdampak bagi masa depan negara Spanyol yang saat ini mayoritas dipenuhi oleh umat Khatolik dan Kristiani. Sebab, pada masa itu terjadi penindasan besar-besaran dan sadis oleh kaum Frank penganut kepercayaan Kristen Trinitarian dengan cara menculik, menyiksa, hingga dibunuh umat muslim Andalusia yang tidak mau memeluk agama mereka. Kaum Kristen Trinitarian dan Khatolik menganggap agama islam merupakan agama sesat dan bidah, sehingga harus mereka lenyapkan dari tanah Spanyol. Ajaran islam yang sesat ini telah digagas oleh para aktor agama Khatolik dan Kristen melalui lembaga Gereja Khatolik Roma. Kemudian mereka menandai dengan cara mengadili orang muslim tanpa kemanusiaan bagi yang bertahan terhadap agamanya sedangkan bagi umat muslim murtad diberikan topi kerucut sanbenito untuk membedakan status mereka. Bukan hanya topi yang menjadi sebuah tanda melainkan lengkap dengan bajunya untuk membedakan umat muslim murtad dengan umat kristen atau khatolik asli. Penandaan itu diinisiatif oleh Ratu Isabella dan Raja Ferdinand yang pada saat itu berhasil menaklukkan Andalusia/ Spanyol. Sejarah bahwa islam pernah memasuki tanah Spanyolpun ditandai dengan bekas masjid yang dialihfungsikan menjadi Gereja terbesar di Spanyol.

Topi Sanbenito Merupakan Simbol Kemurtadan

Topi Sanbenito Merupakan Simbol Kemurtadan

Kini setelah berabad-abad dari peristiwa itu, umat muslim yang tidak mengetahui kenyataannya seakan membela orang Kristen atau Khatolik untuk menindas orang-orang muslim Andalusia. Perayaan dengan menggunakan topi Sanbenito seakan menandakan bahwa manusia saat ini setuju dengan perilaku umat Kristen/Khatolik pada saat itu dan akan bergabung menjadi murtad. Topi kerucut bukan hanya digunakan pada perayaan tahun baru saja tapi biasanya juga dipakai saat pesta ulang tahun. Beberapa kekurangan pengetahuan dari umat muslim itulah yang menyebabkan mereka dengan nyaman mengikuti tradisi-tradisi perayaan non muslim. Malam perayaan tahun baru memang sebuah pesta bagi umat non muslim, maka dari itu segala bentuk perayaannya dipenuhi dengan ciri khas mereka. Di dalam Al-Qur’an pun telah dicantumkan permasalahan terkait ini dan umat muslim juga telah diberikan perayaan-perayaan sendiri yang seharusnya tidak meniru atau menerapkan kebiasaan agama lain. Umat islam telah memiliki dua perayaan yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

One Reply to “Topi Kerucut Merupakan Simbol Kemurtadan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *